Freemasonry Bukanlah Sebuah Wacana Baru di Indonesia

Membaca judul artikel diatas mungkin pembaca akan sedikit mengerenyitkan kening. Anda tak sepenuhnya salah kalau bereaksi seperti itu, Freemasonry memang jarang kita dengar, dan jangan pernah berharap untuk membaca berita tentang Freemasonry di harian Nasional, selevel KOMPAS, SINDO, SUARA MERDEKA, MEDIA INDONESIA, JAWA POST, atau yang lainnya, apalagi kalo anda berniat mencarinya di tayangan infotainment yang kebanyakan berisi kawin cerai atau perselingkuhan saja. Namun saya tidak sedang bercanda, Freemasonry memang bukanlah satu isu baru, kecuali kalo anda memang tidak tertarik dengan masalah-masalah yang sebenarnya “sangat mendasar” seperti ini.

Lalu apa buktinya kalo Freemasonry memang bukan isu baru? Salah satu buktinya yaitu dari buku-buku yang sudah terbit dalam bahasa Indonesia mengenai secret society yang satu ini. Buku-buku tersebut diantaranya:

sorotan-terhadap-freemasonry21. SOROTAN TERHADAP FREE MASONRY: ORGANISASI RAHASIA YAHUDI, yang disusun oleh LPPA Muhammadiyah Jakarta dan cetakan pertamanya sudah terbit tahun 1979 (punya saya sendiri cetakan kedua terbitan tahun 1980). Buku ini – sejauh yang saya tahu – merupakan buku paling tua di Indonesia mengenai Freemasonry, yang sudah lumayan rapi sistematika penulisannya. Buku ini sudah saya bikin edisi digitalnya (dalam format PDF), dan semoga bisa segera tersedia untuk didownload secepatnya, karena sungguh sangat sulit mendapatkannya. Saya sendiri mendapatkannya dari sebuah stand buku tua di Shopping Book Centre Jogjakarta, dengan harga 7.000 rupiah lucky me).

2. FREEMASONRY DI ASIA TENGGARA, yang dibikin oleh Abdullah Patani. Tidak saya ketahui tahun terbitnya, dan sedang dalam proses digitalisasi. Buku yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia, Melayu, Arab, Thai, dan Tagalog ini sangat ringkas, namun cukup lumayan untuk dibaca. Buku ini memuat khoms kanon Yahudi yang dibandingkan dengan Pancasila, maupun dasar-dasar negara Asia lainnya. Sistematikanya kurang bagus, namun muatannya sangat luas.

1222923. FREEMASONRY IN INDONESIA FROM RADERMACHER TO SOEKANTO, 1762-1961, sebuah paper tipis karya Paul W van der Veur terbitan Ohio University Center for International Studies tahun 1976. Paper ringkas ini tidak terlalu banyak membicarakan teori-teori tentang Freemasonry, namun lebih banyak berbicara tentang statistik yang termuat dalam beberapa tabel. Sudah saya digitalkan, semoga bisa segera available. Sangat sulit mendapatkan buku ini, namun kalo anda tinggal di Jogjakarta, anda bisa mengopy-nya dari perpustakaan Universitas Sanatha Darma (USD) Jogjakarta.

tarekat-mason-recommended14. TAREKAT MASON BEBAS DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT DI HINDIA BELANDA DAN INDONESIA 1764-1962, karya Th Stevens. Buku yang terbit dalam tiga bahasa, Indonesia, Inggris dan Belanda ini buku yang sangat susah didapatkan. Menjadi rujukan pertama paling komprehensif kalo ingin berbicara tentang keberadaan dan peran Freemasonry di Indonesia (rujukan keduanya yaitu paper FREEMASONRY IN INDONESIA sebelumnya). Awalnya dicetak untuk dibagikan kepada anggota Tarekat Mason Bebas sendiri, setelah itu semua sisanya diboyong ke Belanda, entah untuk apa. Saya mendapatkan buku sebanyak 3 kali (satu saya kasih ke pak Adian Husaini, dan satunya sedang berusaha saya kasih ke pak Adnin Armas), dalam 3 kesempatan yang berbeda, dan dengan harga yang berbeda pula, dari 30.000 ribu rupiah sampai 70.000 rupiah. Saya masih belum tahu apakah buku yang edisi Indonesianya terbit tahun 1994 ini akan didigitalkan, karena saya yakin akan terbentur masalah copyright.

safwat-habib-mason15. GERAKAN FREEMASONRY (AL MASUNIYAH), karya Muhammad Shafwat as-Saqa Amini dan Sa’di Abu Habib. Buku yang diterbitkan oleh Rabithah Alam Islamy ini lumayan komprehensif juga, karena menceritakan masalah Freemasonry di berbagai negara, dan merupakan buku klasik yang sistematikanya lumayan bagus dibanding buku-buku sejenis karya ulama timur tengah lainnya. Sedang dalam proses digitalisasi dan semoga bisa cepat available to download. Ingin tahu komentar kedua penulis ini tentang Protocol of Zion? Mereka tidak menggunakannya sebagai rujukan untuk menjelaskan kejahatan Yahudi, namun bukan karena mereka setuju bahwa the Protocols merupakan satu produk pemalsuan, melainkan karena mereka sadar bahwa the Protocols sudah habis masa berlakunya, SEMUA PROGRAM DALAM PROTOCOLS SUDAH TERLAKSANA.

fahim-amin-mason-rotary6. RAHASIA GERAKAN FREEMASONRY DAN ROTARY CLUB, karya seorang ulama Mesir Muhammad Fahim Amin. Buku ini terbagi menjadi dua topik besar, yaitu Gerakan Freemasonry dan Rotary Club. Edisi Indonesia buku ini diterbitkan oleh Pustaka al-Kautsar, namun sekarang sudah sangat sulit mendapatkannya. Karena itu saya sedang dalam proses membujuk Pustaka al-Kautsar untuk menerbitkannya lagi, atau mendigitalkan buku ini, supaya mendapat pangsa pembaca yang lebih luas lagi. Orang Indonesia perlu membaca buku ini, karena Rotary Club dan Lions Club sudah masuk secara “legal” ke Indonesia, meskipun pernah dilarang dengan salah satu PP (saya lupa no berapa dan tahun berapa).

6 buku itu cukup menjadi satu bukti kalo ternyata para pendahulu kita merupakan orang-orang yang sangat cerdas dan sangat nasionalis, karena sudah menulis atau menerjemahkan untuk memperingatkan kita betapa berbahayanya Freemasonry dan gerakan sejenis lainnya, disaat orang lain masih banyak yang tidak tahu, bahwa konspirasi Freemasonry dan gerakan lain lah yang membuat negara ini berantakan. Buku-buku yang lain yang beredar baru-baru ini belum saya singgung karena tidak sesuai dengan judul. Beberapa kejadian seperti Pemberontakan PKI di Madiun tahun 1948, ditengarai merupakan hasil konspirasi Illuminati, yang bisa dikatakan sebagai salah satu turunan Freemasonry yang lebih radikal dan garis keras.

Tak pernah kita diajarkan oleh buku sejarah SD-SMA kita bahwa Komunisme dan Kapitalisme sama-sama dirancang oleh satu kekuatan tersembunyi bernama Freemasonry dan Illuminati, melalui dua pihak yang berbeda, dan memang diadu supaya terjadi konflik yang abadi, supaya kita tak sempat berpikir mengenai siapa dalang di balik kerusakan dunia ini (deep understanding), melainkan supaya hanya memikirkan efek dari konflik tersebut saja (surface understanding), padahal, tanpa tahu siapa yang bikin masalah akan sangat sulit untuk memecahkan masalah. Seperti artikel saya yang pertama dulu, KURIKULUM SEJARAH PERLU SEGERA DIUBAH.

6 buku diatas hanyalah sebagian kecil buku klasik (dibawah tahun 2000 dalam konteks ini) sejauh yang saya tahu dan saya miliki saja, sekiranya kurang lengkap dan ada yang terlewat, silakan anda tambahkan melalui comment anda. Perlu diingat, bahwa saya tak akan pernah menjawab pertanyaan apakah Freemasonry benar-benar ada di Indonesia, karena perdebatan seperti itu adalah perdebatan yang menghabiskan waktu dan sia-sia saja. Buku no 2, 3, dan 4 diatas sudah cukup menjadi bukti yang kuat bahwa mereka betul-betul ada, bahkan sejak tahun 1700an, padahal Freemasonry modern baru muncul tahun 1717, dan Illuminati modern muncul tahun 1776, dan bukan tak mungkin bahwa Freemasonry yang di Indonesia tersebut merupakan Freemasonry angkatan pertama. Wallohu a’lam bisshowab.

Penulis : Agung Prabowo
http://attestantofthetruth.wordpress.com

One thought on “Freemasonry Bukanlah Sebuah Wacana Baru di Indonesia

  1. Pingback: Web Hidup Mulia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s